Minggu, 08 Mei 2011

BUNYI - Frekuensi, Nada, dan Macam-macam Bunyi

Bunyi / Sound / Audio / Sono
Bunyi merupakan bentuk energi yang dihasilkan oleh benda bergetar dan dirambatkan oleh gelombang.
Bunyi merupakan gelombang longitudinal. Hal ini dikarenakan adanya rapatan dan rengangan. Bunyi pun akan terdengar semakin keras karena banyaknya rapatan dari pada renggangan.
Syarat terjdinya bunyi ada tiga, yaitu :
o    Adanya benda bergetar ( sumber bunyi )
o    Adanya medium / zat yang merambatkan bunyi
o    Adanya pendengaran yang baik

Seorang ahli fisika, Miller, melakukan sebuah percobaan tentang cepat rambat bunyi. Dari hasil percobaannya dihasilkan, kecepatan bunyi pada udara yang bersuhu 0­0C adalah 331 m / s.

Nama Zat
Cepat Rambat Bunyi ( m/s )
Gas Hidrogen
1.186
Udara pada suhu 00C
331
Udara pada suhu 200C
343
Alkohol
1.213
Air pada suhu 150C
1.440
Emas
3.240
Aluminium
5.100
Baja
5.100
Besi
5.130
Dari tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa :
v . zat padat > v . zat cair > v . zat gas

Perlu kita ketahui bahwa kecepatan bunyi di udara tidak berpengaruh pada tekanan dan kelembaban udara. Kecepatan bunyi di udara sebanding dengan suhu.
Apakah kalian pernah sadar bahwa suara di malam hari akan lebih jelas dari pada siang hari?
Hal ini di sebabkan karena faktor keributan yang terjadi. Jika siang hari, banyak suara-suara yang membisingkan, sehingga suara yang kecil tidka terdengar. Sedangkan di malam hari, suara-suara itu tidak lagi terdengar, sehingga, suara sekecil apapun dapat terdengar.
Rumus Cepat Rambat Bunyi :
Frekuensi Bunyi
Salah satu syarat bunyi adalah adanya pendengaran yang baik. Bunyi-bunyi manakah yang dapat di dengar oleh manusia?
Manusia memilik batas tertundu dalam mendegar bunyi-bunyian. Tidak semua bunyi dapat di dengar oleh manusia. Belum lagi, manusia juga tidak bisa mendengar bunyi karena jaraknya.
Telinga normal manusia dapat mendengar bunyi dengan frekuensi berkisar 20 Hz – 20.000 Hz. Daerah rentang frekuensi ini disebut daerah frekuensi audio yang juga disebut audiosonik.
Sedangkan bunyi di bawah 20 Hz disebut infrasonik dan yang melebihi 20.000 Hz disebut ultrasonik.
Gelombang ultrasonik pun kini sering di gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena memiliki banyak keuntungan dan kemudahannya.
Manfaatnya antara lain :
o    Mencampur logam agar rata
o    USG ( Ultra Sono Grafi ) untuk mendeteksi penyakit dan janin dalam kandungan
o    Meneliti ketebalan logam
o    Mengatahui kebocoran pipa

Keunggalannya daripada Sinar-X sehingga ultrasonik lebih sering digunakan, antara lain:
o    Ultrasonik tidak dapat dikacaukan oleh bunyi audio atau pun infrasonik.
o    Memiliki frekuensi tinggi
o    Gelombang pendeknya dapat di pantulkan oleh benda kecil sekali pun.
o    Tidak merusak sistem syaraf

Nada
Nada merupakan bunyi teratur yang memiliki frekuensi tertentu yang beraturan. Sedangkan bunyi yang tidak teratur disebut desah.
Pada nada juga ada perbandingan antara nada satu dengna yang lain yang sering disebut interval nada. Sedangkan tangga nada adalah sederetan nada dengan frekuensi tinggi / rendah yang tersusun berurutan.
Dalam nada juga ada warna bunyi ( timbre ) yang merupakan dua nada dasar yang memiliki frekuensi sama tapi terdengar berbeda. Kenapa terjadi hal seperti itu? Karena adanya nada-nada tambahan ( atas ) yang menyertai nada dasar tersebut.
Deret Nada =>
Nada dan Perbandingannya

Perbandingan Frekuensi Nada
Catatan => La ( 6 ) merupakan nada dasar Internasional.
Kesimpulan => Frekuensi dapat mempengaruhi tinggi – rendahnya nada. Karena nada bergantung pada frekuensi.

Hukum Mersenne
1)  Panjang senar ( l ) = berbanding terbalik. Karena makin panjang senar, maka makin rendah suara.
2)  Luas penampang senar / tebal-tipis senar ( a ) = berbanding terbalik. Karena makin besar luas penampang, makin rendah juga suaranya.
3)  Tegangan senar ( f ) = sebanding. Karena makin besar tegangannya, maka makin tinggi suara yang di hasilkan.
4)  Massa jenis (  ) = sebanding. Karena makin besar massa jenisnya, makin tinggi juga suaranya.
  


Macam-macam Pemantulan Bunyi
1.  Gaung atau Kerdam
Gaung adalah bunyi pantul terdengar sebagian dari bunyi asli, sehingga bunyi asli terdengar kurang jelas.
Contoh :
Bunyi asli             : Me... nu... lis...
Bunyi pantul        :         me... nu... lis...
Bunyi terpantul    : Me... ... ... ... ... lis...
Bunyi ini sering terjadi diantara gedung pencakar langit. Sehingga, untuk mengatasinya kita harus menggunakan alat penyerap bunyi seperti gabus, karpet, busa, dll.

2.  Gema / Echo
Gema adalah bunyi pantul yang terdengat setelah bunyi asli. Syarat untuk gema adalah jarak sumber bunyi dengan pendengar sekitar 35 meter.
Hal ini bisa terjadi pada pantai, lembah, jurang, dll. Bunyi yang terdengar setelahnya pun akan makin kecil karena energinya semakin habis.
Contoh :
Hey... Hey... Hey... Hey... Hey... Hey... .... ...

Effect Doppler
Bila =
“Sumber bunyi mendekati pendengar atau sebaliknya, maka bunyi akan semakin keras / lemah. Sebab, mendengar menerima rapatan gelombang yang lebih banyak ( lebih keras ).”
Contoh :
Hey........ Hey...... Hey.....
Maka, dalam contoh diatas, rapatan digambarkan oleh titik-titik. Jadi, semakin lama rapatan semakin berkurang karena energi yang diterima pndengar mulai habis.

Resonansi merupakan kelanjutan dari catatan ini ==> di sini <==

2 komentar:

  1. Di ringkesin lagi, gil...
    Biar muat masuk ke otak, hahaha :D

    Pasang shoutmix napa...
    gw pengen nye-spam nih....

    Yang jujur gil, namalu Agil FHP, haha :D


    Sincerely,
    your friend...

    BalasHapus
  2. shoutmix? chatbox gitu?
    biarin aja kenapa, lagiankan ada.... ya gitu deh, hehehe :D

    ~Agil F.H.P~
    udah kan? hehehe

    BalasHapus

Tinggal jejakmu di bawah jejak kecilku. Silakan menggunakan Name/URL atau Anonymous :)