Jumat, 22 Maret 2013

Kesendirian Adalah Candu


Bagi sebagian orang candu adalah ganja, rokok, atau kopi bisa juga cinta, dan mungkin seorang perempuan bagi laki-laki.
Untuk saya candu mungkin kopi hitam di pagi hari, dengan koneksi internet super lancar. Atau yang lainnya adalah gerimis sebelum dan setelah hujan besar di sekolah.
Tapi candu terdahsyat bagi saya adalah :
Sendiri.
Karena bagaimanapun saya, saya selalu mencari kesendirian itu.
Di angkot, saya berusaha untuk bergulat dengan pikiran saya.
Di komputer, saya selalu benci chat room. Berisik.
Di lapangan, saya hanya memilih layangan dan memainkannya dengan angin.
Di kamar, guling saya peluk erat, untuk meredam debad di luar.
Di kelas bahkan, saya lebih memilih tengkurap dari pada ngobrol dengan teman.
Bahkan,
Ketika teman saya lebih memilih bermain becek saat hujan deras menguyur tengah hari di sekolah, saya akan duduk di kursi panjang. Lagi-lagi di depan lab. Multimedia.
Dengan sebuah novel bagus. Juga dengan kesendirian yang selalu saya ciptakan.
Karena saya hanyalah pecandu kesendirian.

Ingat, kamu datang dan duduk di sampingku,
mengatakan, “Di dalem berisik ya?”


6 komentar:

  1. I feel the same. Terkadang suka menarik diri dari keramaian.

    BalasHapus
  2. Memang kesendirian bisa menjadikan sesuatu candu.

    BalasHapus
  3. Seringkali kesendirian itu bisa membahayakan diri kita. karena sosialita sangat penting, tentu dengan lingkungan yang positif.

    BalasHapus
  4. Saya baru tahu , bukan hanya ganja dan rokok yang merupakan candu, kesendirian juga bisa dikatakan Candu.

    BalasHapus
  5. Hindarilah semua candu, termasuk kesendirian yang akut.

    BalasHapus
  6. Saya termasuk orang yang suka kesendirian, ternyata saya juga gemar bersosialita yaitu sholat berjamaah di masjid.

    BalasHapus

Tinggal jejakmu di bawah jejak kecilku. Silakan menggunakan Name/URL atau Anonymous :)