Sabtu, 02 Maret 2013

Katanya, teman.

Kehidupan kadang memang terasa begitu ‘anjing’ dan penuh dengan tai-tai menjijikkan. Aku kadang harus berkotor-kotor dan kadang mungkin akan dibiarkan mati sampai membusuk.

Kadang harus berlari di selokan panjang. Sunyi dan sendiri. Mengolah air limbah yang bercampur tai-tai tadi. Mengusap air mata dan di basuh air butek, entah dari campuran apa. Mungkin sisa air ikan dari pasar, atau air kencing yang bercampur bau parfum orang-orang kelas tinggi.
Aku kadang membiarkan orang-orang yang memaksa naik ke dunia atas. Membujuk dan tersenyum begitu menawan. Berusaha menarikku, agar tidak sendiri di dunia terpuruk dalam selokan.
Persetan.
Tangan-tangan itu menjulur, dan kadang aku berusaha meraih. Tapi apa?!
Bangsat kalian semua!
Aku berusaha menarik satu diantara sekian tangan yang ada. Meraih jari-jemarinya perlahan. Berusaha membersihkan diri dari kotoran dan aroma busuk.
Ketika tangan kotorku menyentuh jari-jari kalian. Tiba-tiba tangan super bersih itu tertarik ke atas sendiri! Sekali lagi menghempaskanku. Kenapa? Ada apa?!
Kalian merasa jijik setelah mengenalku? Setelah menyentuh jemariku yang berlumur kotoran?
Setaaaaaan!
Aku terjatuh entah untuk ke berapa. Aku terhempas lebih keras di atas tumpukkan tai manusia –entah manusia yang mana. Lebih hina lagi dan terjatuh makin dalam.
Sial.
Sialan.
Sialaaaan kaliaaan!


Didedikasikan untuk (seorang) teman saya,
Yang mengkhianati kepercayaan yang sudah saya buat.

0 komentar:

Posting Komentar

Tinggal jejakmu di bawah jejak kecilku. Silakan menggunakan Name/URL atau Anonymous :)