Rabu, 10 Oktober 2012

Hari Ini, Saya Hanya Plastik


Tadi, ada percakapan singkat di atas kertas yang terjadi diantara dua orang anak manusia dengan zodiak yang sama. Cancer.
Entah apa yang memulai kami berdua membuka percakapan kertas kami. Tapi yang jelas kami membahas tentang senyum. Senyum palsu lebih tepatnya.
Saya sekedar bertanya begini :
Ketika kita tersenyum, bisakan menggunakan dua simbol :) tapi apa arti dari kedua? senyum?
Dia hanya menulis, satu kata. sedih :'(
Dan kembalikan kami saling pandang sambil tersenyum pedih. Dia bertanya, dengan suara pelan sembari memainkan ponsel. "Tadi lo kenapa? Cerita dong."
Saya hanya menulis. Dengan banyak pertanyaan yang sedari tadi terus memaksa saya untuk segera diselesaikan. Tanpa jeda, tanpa koma. Semua berakhiran dengan tandatanya yang selalu saja memaksa.
kenapa harus pura-pura senang kalau pada akhirnya cuma nangis, sedih? kenapa harus pura-pura senyum? kenapa harus sok tegar?
you know fake smile?
lagi-lagi. semua kembali ke arha yang sama. Menjadi palsu, menjadi plastik. Ternyata pada akhirnya ornag-orang yang ada di dekat saya adalah plastik pada dasarnya. Semua pura-pura tersenyum dan mengumbar tawa dengan sentuhan lembut di akhir tawa mereka, seakan mereka adalah makhluk paling bahagia seperti yang lain. Sama seperti saya.
Kita tertawa. Berbagi cerita dengana teman sebaya. Saling tertawa dengan cara yang berbeda, tapi tetap tertawa. Saling bergandengan dengan tangan yang terbentang lebar.
Namun, ketika kita sudah tiba di depan pintu kamar. Kosong itu merambat perlahan dalam kesunyian yang tanpa sadar menjerat. Pelan-pelan menarik dalam ruang-ruang kosong yang tadi terasa begitu ramai, penuh dengan warna.
Kita kembali menjadi diri sendiri. Dalam gelap kamar yang menyadarkan, siapa kita pada dasarnya.


Terima kasih
Sekedar duduk seperti tadi pun
Aku bisa meluapkan sejenak
Tanpa ada yang tahu
Percakapan tadi terjalin dengan dalam 

0 komentar:

Posting Komentar

Tinggal jejakmu di bawah jejak kecilku. Silakan menggunakan Name/URL atau Anonymous :)