Minggu, 10 Februari 2013

Terminologi Dalam Jaringan

Multiuser                          :  Kemampuan komputer untuk melayani lebih dari satu pengguna.
Multitasking                     :  Kemampuan untuk melakukan beberapa proses dalam waktu bersamaan.
Multiprogramming         :  Kemampuan untuk melakukan bebrapa program sekaligus dalam waktu yang relative bersamaan.
Stand Alone                     : Komputer yang berdiri sendiri, tidak terhubung ke jaringan.
Node                                 : Diasumsikan sebagai workstation.
Centralized Processing   :  System pengolah data, yangmana pengaturan seluruh anggota system dilakukan oleh pengendali pusat.
Described Processing      : System pengolah data, yangmana pengolah data tersebut dilakukan pada masing-masing terminal.
Host                                  :  Anggota jaringan dimana semua proses pengolahan data berlangsung.
Routing                            :  Pengaturan rute dalam jaringan komputer.
Repeater                           :  Alat yang berfungsi sebagai penguat sinyal.
Bridge                               :  Perangkat yang digunakan untuk menghubungkan 2 buah jaringan LAN yang berbeda pada lapisan OSI 1 dan 2.
Gateway                           :  Perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan 2 buah jaringan yang memiliki perbedaan pada lapisan OSI.
OSI                                   : Open System Interconnection.

Mulok Multimedia

Selasa, 22 Januari 2013

Saya Lelah


Seperti apa sebenarnya hidup,
Entah
Saya hanya seorang pelajar, belum genap menginjak masa 17 tahun. Ktp bagi saya masih kartu tanda pelajar, belum menjadi kartu tanda penduduk. Lantas kenapa saya harus mengerti arti hidup.
Arti hidup.
Saya pernah, pernah mencoba untuk berusaha melihat itu semua dari empat kacamata yang berbeda. Menjadi empat orang yang berbeda, sekaligus, tapi tetap diri saya.
Saya menulis itu semua dalam kisah kehidupan empat orang anak remaja, yang dalam masa mereka terperangkap dalam lubang masa kini. Masa yang bukan sekedar sekarang.
Tapi juga menjadi penentu.
Untuk masa depan.
Tapi saya gagal.
Ketika akhirnya cerita itu teronggok dan saya justru menulis semuanya dalam kaca mata. Kaca mata seorang pelajar yang nyasar di dalam lingkaran masa kini.
Sekarang.
Berhenti mungkin cara terbaik
Untuk menyelesaikan masalah
Tapi tidak untuk masa depan

Minggu, 20 Januari 2013

Kamu, Jangan Kembali Lagi


Kadang yang saya ingin,
hanyalah kita di masa lalu

Dan
Kita hilang
untuk selamanya.

Quote Unforgettable


Unforgettable
Winna Efendi
“Seandainya memori seperti kaset yang dapat berulang-ulang diputar kembali.”
“Penyesalan, sama seperti hidup, sama seperti kenangan
 adalah hal yang sangat mengerikan.”
“Kenangan lebih baik tidak dapet disimpan seperti kaset. Lebih baik apa adanya,
mengalir seperti seharusnya.”
“Masa kini berbaur bersama kalimat-kalimat yang mengalir,
mengisi layar laptop kosong dan renungan kesendirian.”
“Rumah adalah tempat yang ditinggali, untuk kembali ditinggalkan.”
“Maka, ia akhirnya berhenti mencari. Berusaha berdamai dengan dirinya sendiri.”
“Pada dasarnya, setiap orang memiliki satu titik jenuh dimana mereka akan bilang–stop, saya butuh waktu. Time out. Break.
“Kita tidak akan pernah benar-benar berhenti mencintai seseorang. Kita hanya belajar untuk hidup tanpa mereka.”
 “Semetara dua orang yang tidak saling mengenal, tetapi terus berjalan ke arah yang sama, pada akhirnya akan bertemu pada satu titik, tanpa mereka sadari.”
“Dan saat itu, lo akan lebih ikhlas menjalani semuanya karena lo udah menerima bahwa kenyataan nggak bisa diubah.”
“Jika kita mampu tersenyum pada memori itu tanpa rasa sesal,
kita telah merelakan seutuhnya.”
“Cinta itu butuh keberanian. Jika kau rasakan peganglah,
peganglah erat-erat karena ia belum tentu akan kembali lagi.”
“Saat kita melakukannya, kita akan tahu jawabannya.”
 “Kita berusaha agar pada masa depan, kita tidak menoleh ke belakang dan melihat bahwa kita telah salah memutuskan.”
“Kita memilih, agar kita dapat menoleh kebelakang,
tersenyum dan terus berjalan maju.”
“Yang mana yang lebih baik –pernah memiliki, lalu kehilangan atau
tidak pernah memiliki sama sekali?”
“Suatu hari nanti, jika saya merindukan kamu,
saya akan megingat kembali masa-masa ini, seperti baru terjadi kemarin.”
“Lelaki itu sering menginterpretasikan rindu, mengartikan nafsu, melampiaskan rasa, mengembangkan suka; ia tidak benar-benar mengerti arti cinta.”
“…, mereka adalah dua orang yang tepat, yang  bertemu pada waktu yang salah.”
“Wanita yang selalu duduk dibalik jendela bening, yang mesti kamu tahu,
tidak sedang menunggu apapun, tetapi akan tetap berada disana.”

Then, my favourite  is…
“Pada akhirnya, prioritas memaksa kita untuk memilih dan berkorban.”

Minggu, 02 Desember 2012

Quote Perahu Kertas

“Bagaimana hampa bisa menyakitkan? Hampa harusnya berarti tidak ada apa-apa. Berarti tidak ada masalah. Termasuk rasa sakit” – Keenan.

“Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh” – Ludhe.

“Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain. Kadang, begitu saja sudah cukup. Sekarang aku pun merasa cukup” – Wayan.

‘Tanpa kekosongan, siapa pun tidak akan bisa memulai sesuatu” – Ludhe.

“Kenangan hanyalah hantu di sudut pikir dan selama ini, ia tlah memelihara sebuah cinta pada kenangan, pada wujud yang lebih dari bayangan” – Luhde.

“Dari seseorang saya belajar. Hati itu nda memilih, hati itu dipilih” – Luhde.

“Sampai kapan pun itu, saya ngga tahu. Saya ngga melihat cinta ini ada ujungnya” – Keenan.

“Karena itu aku takut bicara tentang hati, maka aku tuliskan saja. Lalu kusimpan dan mungkin kukirimkan ke..... entah kemana!” – Kugy.

“Nyerah sama realistis itu beda tipis” – Keenan.

“Pelukis yang baik bisa mengungkapkan semuanya, termasuk kekosongan sekalipun” – Luhde.

“Hati itu dipilih, bukan memilih. Bertahan atau melepaskan itu tergantung hatimu. Hatimu yang tau” – Ludhe.

“Aku nggak butuh maaf kamu. I just want you to love me. Why can’t you just love me?” –Wanda.

“Kamu bebas percaya apapun yang kamu mau. Saya gak bisa mengubah anggapan kamu. Hanya kamu sendiri yang bisa” – Keenan.
Perahu Kertas meupakan film garapan Hanung Bramantyo yang merupakan adaptasi novel karya Dee.

Senin, 12 November 2012

Cinta Itu Egois


Cinta.
Sejujurnya saya sudah sulit mendefinisikan kata yang satu itu. Banyak orang bilang cinta seperti udara. Kita tidak bisa melihat, tapi bisa di rasakan.
Tapi, kali ini, saya ingin mengungkapkan sedikit apa yang ada di otak saya. Tentanga cinta. Cinta yang saya alami sendiri.
Cinta yang mendadak datang. Tanpa peduli dengan apa yang sedang saya rasakan.
Cinta itu datang, ketika saya sedang sakit. Ketika saya dalam keadaan menyembuhkan luka saya sendiri.
Bukan, bukan tidak gembira. Tapi saya benar-benar tidak siap dengan keadaan seperti ini. Bagaimana bisa nanah langsung di siram gula?
Dia tiba-tiba menyelak masuk ke dalam ruang pengobatan saya. Mengobrak-abrik semua ramuan yang sedang saya racik.
Saya tidak bisa apa-apa. Saya hanya mampu tercengang di depan pintu.
Dan lagi, cinta tidak pernah peduli dengan apa yang saya rasakan. Dia kemarin datang, membuat saya tercengang tapi kemudian senang. Kemudian, dia pergi, tanpa kata-kata dan meninggalkan pintu terbuka.
Terbuka lagi. Dengan ketidakpastian.
Cinta.
Memang makhluk teregois yang pernah saya temui.
Dia bisa tiba-tiba saja menjadi air, tapi lagi, dia bisa menjadi api.
Dia bisa datang membawa pagi, tapi dia pergi meninggalkan malam.

12/Nov/12
 Galaaaaau masa nulis tweet kayak gitu
#NovemberKelabu

Rabu, 10 Oktober 2012

Hari Ini, Saya Hanya Plastik


Tadi, ada percakapan singkat di atas kertas yang terjadi diantara dua orang anak manusia dengan zodiak yang sama. Cancer.
Entah apa yang memulai kami berdua membuka percakapan kertas kami. Tapi yang jelas kami membahas tentang senyum. Senyum palsu lebih tepatnya.
Saya sekedar bertanya begini :
Ketika kita tersenyum, bisakan menggunakan dua simbol :) tapi apa arti dari kedua? senyum?
Dia hanya menulis, satu kata. sedih :'(
Dan kembalikan kami saling pandang sambil tersenyum pedih. Dia bertanya, dengan suara pelan sembari memainkan ponsel. "Tadi lo kenapa? Cerita dong."
Saya hanya menulis. Dengan banyak pertanyaan yang sedari tadi terus memaksa saya untuk segera diselesaikan. Tanpa jeda, tanpa koma. Semua berakhiran dengan tandatanya yang selalu saja memaksa.
kenapa harus pura-pura senang kalau pada akhirnya cuma nangis, sedih? kenapa harus pura-pura senyum? kenapa harus sok tegar?
you know fake smile?
lagi-lagi. semua kembali ke arha yang sama. Menjadi palsu, menjadi plastik. Ternyata pada akhirnya ornag-orang yang ada di dekat saya adalah plastik pada dasarnya. Semua pura-pura tersenyum dan mengumbar tawa dengan sentuhan lembut di akhir tawa mereka, seakan mereka adalah makhluk paling bahagia seperti yang lain. Sama seperti saya.
Kita tertawa. Berbagi cerita dengana teman sebaya. Saling tertawa dengan cara yang berbeda, tapi tetap tertawa. Saling bergandengan dengan tangan yang terbentang lebar.
Namun, ketika kita sudah tiba di depan pintu kamar. Kosong itu merambat perlahan dalam kesunyian yang tanpa sadar menjerat. Pelan-pelan menarik dalam ruang-ruang kosong yang tadi terasa begitu ramai, penuh dengan warna.
Kita kembali menjadi diri sendiri. Dalam gelap kamar yang menyadarkan, siapa kita pada dasarnya.


Terima kasih
Sekedar duduk seperti tadi pun
Aku bisa meluapkan sejenak
Tanpa ada yang tahu
Percakapan tadi terjalin dengan dalam 

Sabtu, 29 September 2012

Aku Masih Rindu

Selama ini saya sudah menjadi seorang di balik topeng lain yang tidak kamu ketahui. Saya masih bisa tertawa, masih bisa menangis, masih bisa berteriak. Bahkan saya pernah menyatakan 'suka' dengan orang lain. Membiarkan saya meleleh sendiri ketika kami bertemu, bertemu pandang.
Bahkan ketika jarak sudah memisahkan kita, dalam langkauan berbeda yang sudah bukan kasat mata. Sudah nyata. Kita tidak lagi bertemu, tidak lagi menjadi orang buta dan tuli seperti biasa. Kita sudah benar-benar terpisahkan. Dalam jarak yang sesungguhnya ada.
Saya mengatakan untuk tidak lagi menyayangi kamu. tidak lagi terpaut dalam masa lalu. Semua sudah selesai. Begitu.
Tapi ketika saya kembali lagi menguar semua, tentang namamu yang tidak sengaja ada di layar monitorku.
Ketika aku berdesir kembali dalam luka yang ada. Dalam luka yang pernah kamu buat pelan-pelan. Di sini, di hatiku.
Ketika cinta nyatanya tidak lagi ada untuk kamu. Tapi kenapa aku masih merasakan perih?
Nyatanya saya masih merindukan kamu.


29/9/12
Ketika seseorang menuliskan namamu
aku terhempas lagi
dan tidak bisa mengerti luka ini