Senin, 12 September 2011

Lembaga Keuangan Bukan Bank

Disebutkan bahwa Lembaga Keuangan Bank memiliki pengertian sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, lalu menyalurkan simpanan tersebut kepada masyarakat dengan tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak.
Sedangkan hal yang membedakan antara LKB dan LKBB adalah cara pemungutan dana yang terjadi secara tidak langsung, terutama melalui kertas berharga jangka menengah dan panjang dalam bentuk kredit dan penyertaan.

Jenis-Jenis LKBB
Di Indonesia ada beberapa jenis LKBB seperti pengandaian, lembaga asuransi, lembaga dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan koperasi simpan pinjam.Lembaga-lembaga ini diawasi oleh Departemen Keuangan c.q Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan.



LEMBAGA ASURANSI
Lembaga Asuransi adalah, perusahaan yang menghimpun dana dengan jaminan uang ganti rugi kepada sebuah badan atau perorangan jika terjadi suatu kecelakaan atau peristiwa terhadap apa yang diasuransikan (di bayarkan).
Asuransi dalam Undang-Undang No.2 thn 1992 tentang usaha peransuransian adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung  mengikat diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan pengganti kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hokum pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau memberikan suaru pembayaran yang di dasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang di pertanggungkan.
Istilah dalam asuransi adalah :
§  Penanggung adalah Perusahaan Asuransi Jiwa yang memberikan jasa dalam penanggulanggan risiko yang dikaitkan dengan hidup atau matinya seseorang yang diasuransikan.
§  Tertanggung adalah orang yang membayar sejumlah uang premi kepada penanggung atas seuatu hal yang di asuransikan.
§  Premi asuransi adalah sejumlah uang yang wajib dibayar oleh tertanggung kepada penanggung setiap jangka waktu tertentu, biasanya setiap bulan selama asuransi berlangsung.

1.      Tujuan Asuransi
a)      Memberikan jaminan perlingundan dari risiko-risiko kerugian yang diderita satu pihak.
b)      Meningkatkan efisien, karena tidak perlu secara khusus mengadakan pengamanan dan pengawasan untuk memberikan perlindungan yang memakan banyak tenaga, waktu dan biaya.
c)      Pemerataan biaya, dengan mengeluarkan sejumlah uang tertentu tanpa perlu mengganti kerugian sendiri yang ditimbulkan dengan jumlah yang tidak pasti.
d)     Sebagai tabungan, karena jumlah yang di bayar oleh pihak penanggung lebih besar dari apa yang dibayarkan oleh pihak tertanggung.

2.      Manfaat Asuransi
a)      Memberikan rasa aman dan perlindungan terhadap kejadian-kejadian tidak di harapkan dan bisa mengakibatkan kerugian.
b)      Polis auransi dapat dijadikan jaminan untuk mendapatkan kredit bank, dijadikan sebagai jaminan.
c)      Dengan adanya asuransi, biaya kerugian tersebut dapat dialihkan kepada tertanggung yang bermanfaat bari penanggung.

Menurut Djojosoedarso, Jenis-jenis asuransi dapat dibedakan menjadi berbagai macan segi, yaitu:
3.      Jenis-Jenis Asuransi
a)      Dari segi sifatnya
o   Asuransi social (wajib), emua warga negara (berdasarkan kriteria tertentu) wajib menjadi anggota atau membeli asuransi tersebut. Asuransi ini biasanya diusahakan oleh Pemerintah atau Badan Udaha Milik Negara.
o   Suransi sukarela, tidak diwajibkan kepada masyarakat untuk mengikuti asuransi yang satu ini. Biasanya di selenggarakan oleh pihak swasta (beberapa juga pemerintah).
b)      Dari segi objeknya
o   Asuransi Orang, meliputi asuransi Jiwa, asuransi kecelakaan, asuransi kesehatan, asuransi bea siswa, asuransi hari tua, dll di mana objek tertanggung adalah manusia.
o   Asuransi Umum (asuransi kerugian), yang meliputi, asuransi kebakaran, asuransi kecelakaan kerja, asuransi kendaraan bermotor, dll di mana objek tertanggung adalah hak/harta milik kepeningan seseorang.


LEMBAGA DANA PENSIUN
Lembaga dana pensiun adalah lembaga atau badan hokum yang mengelola program pensiun dengna tujuan untuk memberikan kesejahteraan pada karyawan perusahaan terutama yang sudah pensiun. Salah satu lembaga yang mengelola dana atua barang modal dengan adalah PT Taspen (Tabungan Asuransi dan Pensiun).
Pensiun sendiri adalah hak seseorang untuk memperoleh penghasilan setelah bekerja sekian tahun dan sudah memasuki usia pensiun atau ada sebab sebab lain sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan
Berdasarkan UU No 11 tahun 1992, di Indonesia mengenal 3 jenis dana pensiun yaitu:
a.       Dana pensiun pemberi kerja, adalah dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri, untuk menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti atau program pensiun iuran pasti, bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagai peserta, dan menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja.
b.      Dana pensiun lembaga keuangan, adalah dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti, bagi perorangan, baik karyawan maupun pkerja mandiri yang terpisah dari dana pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atai perusahaan asuransi jiwa.
c.       Dana pensiun berdasarkan keuntungan, adalah dana pensiun pemberi kerja yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti, dengan iuran hanya dari pemberi kerja yang didasarkan pada rumus yang dikaitkan dengan keuntungan pemberi kerja.

1.      Tujuan Lembaga Dana Pensiun
Tujuan utama lembaga dana pension adalah menungkatkan kesejahteaan pegawai beserta keluarganya melalui asuransi social yang ditentukan dalam perundang-undangan. Lembaga dana pensiun tersebut berfungsi :
a.      Sebagai tempat untuk mengumpulkan dana masyarakat yang sifatnya jangka panjang
b.     Sebagai tempat untuk memberikan jaminan pensiun bagi anggota pensiun/peserta program

2.      Sumber Dana Pensiun
Dana pensiun diperoleh melalui potongan gaji pegawai setiap bulan selama seseorang masih aktif bekerja, kemudian dibayarkan kembali kepada pegawai tersebut setelah pensiun. Dalam masa tenggang, yaitu masa pemotongan sebagian gaji dengan masa pembayaran saat pegawai/karyawan pensiun, dana yang terkumpul tersebut disalurkan kepada masyarakat dengan cara sebagai berikut.
a.      Dipinjamkan kepada badan-badan yang membutuhkan.
b.      Dibelikan surat-surat berharga yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga pemerintah.

3.      Undang-Undang yang mengatur Lembaga dana pensiun
Pensiun merupakan jaminan pegawai di hari tua dan hal ini diatur dalam Undang-Undang No.8 Tahun 1974.Dana pensiun dihimpun oleh Lembaga Dana Pensiun contohnya PT. Tabungan Asuransi Pensiun (PT Taspen) dan Perum Asabri.Penjelasan mengenai PT. Taspen dan kepengurusannya terdapat dalam PP No.10 Tahun 1963. Ketentuan tentang dana Pensiun dan Pemberi Kerja tertuang dalam Undang-Undang No.11 Tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah No.76 Tahun 1992. Pemerintah selalu menghimbau kepada perusahaan-perusahaan untuk mendirikan lembaga sejenis.

4.      Manfaat Dana Pensiun  :
a.       Manfaat pensiun normal, adalah manfaat pensiun bagi peserta yang mulai dibayarkan pada saat peserta pensiun setelah mencapai usia pensiun normal atau sesudahnya.
b.      Manfaat pensiun dipercepat, adalah manfaat pensiun bagi peserta yang dibayarkan bila peserta pensiun pada usia tertentu sebelum usia pensiun normal.
c.       Manfaat pensiun cacat, adalah manfaat pensiun bagi peserta yang dibayarkan bila peserta menjadi cacat.
d.      Manfaat bagi perusahaan, adalah Loyalitas, Kewajiban moral, Kompetisi pasar tenaga kerja
e.       Manfaat bagi karyawan, adalah Rasa aman, Kompensasi yang lebih baik.
Biasanya dana pensiun di berikan oleh pemerintah kepada karyawan negeri yang sudah pensiun. Sedangkan untuk pegawai swasta, biasanya hanya di berikan uang pesangon saat sudah habis masa kerjanya, atau pun saat terjadi kecelakaan yang sudah tidak memungkinkan dirinya berkerja.Besarnya uang pesangon pun tergantung sudah berapa lama dia berkerja di perusahaan tersebut.


PENGANDAIAN
Pegadaian adalah sebuah BUMN di Indonesia yang usaha intinya adalah bidang jasa penyaluran kredit (pinjaman) kepada masyarakat atas dasar hukum gadai.Jajaran direksi Pegadaian saat ini adalah Direktur Utama Suwhono, Direktur Keuangan Budiyanto, Direktur Pengembangan Usaha Wasis Djuhar, Direktur Operasi Moch.Edy Prayitno, dan Direktur Umum dan SDM Sumanto Hadi.
1.      Manfaat Pengandaian
a.        Bagi Nasabah
Prosedur yang relatif lebih sederhana dan dalam waktu yang lebih cepat terutama apabila dibandingkan dengan kredit perbankan. Disamping itu, mengingat jasa-jasa yang ditawarkan perum pegadaian maka manfat lain yang dapat diperoleh nasabah adalah:
o   Penaksiran nilai suatu barang bergerak dari suatu institusi yang telah berpengalaman dan dapat dipercaya.
o   Penitipan suatun barang bergerak pada tempat yang aman dan dapat dipercaya.

b.         Bagi Perum Pegadaian
o   Penghasilan yang bersumber dari sewa modal yang dibayarkan oleh peminjam dana.
o   Penghasilan yang bersumber dari ongkos yang dibayarkan oleh nasabah yang memperoleh jasa tertentu dari perum pegadaian.
o   Pelaksanaan misi perum pegadaian sebagai suatu badan usaha milik negara yang bergerak dalam bidang pembiayaan berupa pemberian bantuan kepada masyarakat yang memerlukan dana dengan prosedur dan cara yang relatif sederhana.

2.      Tugas Pokok
Tugas pokok pegadaian yaitu menyalurkan uang pinjaman atas dasar hukum gadai dan usaha-usaha lain yang berhubungan dengan tujuan pegadaian atas dasar materi.

3.      Tujuan Pokok
Sebagai lembaga keuangan syari’ah non bank milik pemerintah bertujuan untuk menyediakan tempat badan usaha bagi orang-orang yang menginginkan prinsip-prinsip syari’ah bagi masyarakat muslim khususnya dan pada semua lapisan masyarakat non muslim pada umumnya. Disamping itu untuk memenuhi kebutuhan umat akan  jasa gadai yang sesuai syari’ah Islam.


LEMBAGA PEMBIAYAAN
Seringkali dalam kegiatan usaha kita membutuhkan modal.Tentunya modal ini dapat dipinjam dari bank atau lembaga selain bank. Tentunya dengan melakukan peminjaman di lembaga pembiayaan selain bank akan dikenakan bunga yang lebih tinggi.
Berikut ini penjelasan definisi beberapa lembaga-lembaga selain bank yang meliput beberapa bidang, yaitu :
1.      Sewa Guna Usaha (Leasing)
Kata leasing sebenarnya berasal dari kata to lease yang bearti menyewakan.Leasing sebagai suatu jenis kegiatan dapat dikatakan masih baru atau muda dalam kegiatan yang dilakukan di Indonesia, yaitu baru dipakai pada tahun 1974.Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa perusahaan leasing yang statusnya sebagai suatu lembaga keuangan non bank.
Fungsi leasing sebenarnya hampir setingkat dengan bank, yaitu sebagai suatu sumber pembiayaan jangka menengah (dari satu tahun sampai lima tahun). Sampai saat ini belum ada Undang-undang khusus yang mengatur tentang leasing.Namun demikian, praktek bisnis leasing telah berkembang dengan cepat, dan untuk mengantisipasi kebutuhan agar secara hukum mempunyai pegangan yang jelas dan pasti.
2.      Modal Ventura (Venture Capital)
Secara resmi lembaga modal ventura baru ada di Indonesia sejak adanya keppres No. 61 Tahun 1988 tentang lembaga pembiayaan, yang diatur lebih lanjut dengan keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988 Tentang ketentuan dan tata cara pelaksanaan lembaga pembiayaan. Ketentuan diatas merupakan landasan berpihak yang cukup kuat dan merupakan satu-satunya peraturan pelaksanaan yang ada bagi para pemodal (investor) yang ingin melakukan usaha atau bisnisnya.
Yang dimaksud dengan perusahaan modal ventura (venture capital company) adalah suatu badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan pasangan usaha (invester company) untuk jangka waktu tertentu.
Sedangkan yang dimaksud dengan perusahaan pasangan usaha (PPU) adalah suatu perusahaan yang memperoleh pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal dari perusahaan modal ventura (PMV).
3.      Anjak Piutang (factoring)
Lembaga anjak piutang atau factoring merupakan lembaga pembiayaan yang dalam melakukan usaha pembiayaannya dilakukan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri.Pada jasa factoring terbagi dalam dua bagian yaitu jasa keuangan dan jasa nonkeuangan.
Lembaga anjak piutang yang lebih dikenal dengan dengan sebutan factoring ini merupakan salah satu lembaga pembiayaan yang diperlukan dalam dunia bisnis.Usaha anjak piutang sebenarnya sudah dikenal sejak 2000 tahun yang lalu.Pada saat itu bentuk usaha factoring memang masih sederhana.Pihak factor biasanya bertindak sebagai agenpenjualan yang sekaligus memberi perlindungan kredit.Kegiatan semacam ini dikategorikan sebagai general factoring.
4.      Usaha Kartu Kredit ( Credit Card )
Perusahaan kartu kredit adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan untuk membeli barang dan jasa dengan menggunakan kartu kredit.
Kartu kredit atau yang lebih dikenal dengan credit card ini adalah suatu kartu plastic yang hampir sama dengan ukuran KTP, yang diterbitkan oleh issuer (penerbit) dan dipergunakan oleh cardholder  (pemegang kartu) dan berfungsi sebagai alat pengganti pembayaran uang tunai dan pihak penerima adalah kaum usahawan/pedagang (merchant) yang telah ditentukan oleh penerbit.
Di Indonesia banyak sekali perusahaan penerbit kartu kredit seperti : Citibank, HSBC, BCA, Bank Mandiri dan lainnya. Tingkat pertumbuhan pengguna kartu kredit di Indonesia termasuk tinggi. Hal ini tentunya mengkhawatirkan karena kita lebih mau mengutang daripada menabung, tentunya akan berdampak pada rendahnya simpanan (national savings Indonesia).
5.      Pembiayaan Konsumen (consumers finance)
Yang dimaksud dengan lembaga pembiayaan konsumen (consumers finance) adalah suatu lembaga yang dalam melakukan pembiayaan pengadaan barang untuk kebutuhan konsumen dilakukan dengan system pembayaran secara angsuran atau berkala.

Kehadiran lembaga pembiayaan konsumen ini sebenarnya secara informal sudah tumbuh sejak lama sebagai bagian dari aktifitas trading.Namun secara normal baru diakui sejak tahun 1988 melalui SK Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988 yang secara formal mengangkat kegiatan usaha pembayaran ke permukaan, sebagai bagian resmi sector jasa keuangan.
Lembaga pembiayaan ini berbeda dengan bank, walaupun kedua-duanya merupakan sumber dana yang diperlukan seseorang. Bila pembiayaan konsumen akan melihat barng-barang apa saja yang dibiayai, maka pada kredit bank, pihak bank cukup memandang siapa konsumen yang akan mendapat bantuan dana. Kedua lembaga ini mempunyai kesamaan seperti objeknya sama yaitu barang-barang konsumsi dan mengenakan bunga sebagai biaya.


KOPERASI SIMPAN PINJAM

Pasal 44 Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 tentang Perkoperasian menyatakan bahwa Koperasi dapat menghimpun dana dan menyalurkannya melalui kegiatan usaha simpan pinjam dari dan untuk anggota dan calon anggota koperasi yang bersangkutan, koperasi lain dan atau anggotanya.
Ketentuan tersebut menjadi dasar dan kekuatan hukum bagi koperasi untuk melaksanakan kegiatan usaha simpan pinjam baik sebagai salah satu atau satu-satunya kegiatan usaha koperasi.
Atas dasar itu maka pelaksanaan kegiatan Simpan Pinjam oleh koperasi tersebut harus diatur secara khusus sesuai dengan ketentuan Undang-undang Perbankan dan Undang-undang Perkoperasian.
Peraturan tersebut dimaksudkan agar di satu pihak tidak bertentangan dengan Undang-undang Perbankan dan di lain pihak untuk mempertegas kedudukan Koperasi Simpan Pinjam pada koperasi yang bersangkutan sebagai koperasi atau Unit Usaha Koperasi yang memiliki ciri bentuk dan sistematis tersendiri.
Kegiatan usaha simpan pinjam ini sangat dibutuhkan oleh para anggota koperasi dan banyak manfaat yang diperolehnya dalam rangka meningkatkan modal usaha para anggotanya. Hal itu terlihat akan kenyataan bahwa koperasi yang sudah berjalan pada umumnya juga melaksanakan usaha simpan pinjam.
Sehubungan dengan hal tersebut dalam Peraturan Pemerintah ini dimuat ketentuan dengan tujuan agar kegiatan simpan pinjam oleh koperasi tersebut dapat berjalan dan berkembang secara jelas, teratur, tangguh dan mandiri.
Di samping itu juga memuat ketentuan untuk mengantisipasi prospek perkembangan di masa depan, di mana faktor permodalan bagi usaha anggota dan usaha koperasi sangat menentukan kelangsungan hidup koperasi dan usaha anggota yang bersangkutan.
Sebagai penghimpun dana masyarakat walaupun dalam lingkup yang terbatas, kegiatan Usaha Simpan Pinjam memiliki karakter khas, yaitu merupakan usaha yang didasarkan pada kepercayaan dan banyak menanggung resiko. Oleh karena itu pengelolaan harus dilakukan secara profesional dan ditangani oleh pengelola yang memiliki keahlian dan kemampuan khusus, dengan dibantu oleh sistem pengawasan internal yang ketat.
Dalam rangka itulah maka di samping koperasi sendiri harus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan usaha simpan pinjam tersebut, Pemerintah juga perlu melakukan pembinaan dan pengawasan melalui Menteri yang membidangi koperasi.Pengawasan dilakukan oleh Menteri untuk menghindarkan terjadinya penyimpangan yang dampaknya sangat merugikan anggota dan hilangnya kepercayaan anggota.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas Peraturan Pemerintah ini disusun agar pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi dapat menjamin keberadaan kelancaran dan ketertiban usaha simpan pinjam oleh koperasi.


1.      Tujuan Koperasi
Tujuan utama koperasi adalah mewujudkan masyarakat adil makmur material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.
Dalam BAB II Pasal 3 Undang – undang RI No. 25 Tahun 1992, menyatakan bahwa koperasi bertujuan untuk:
“Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang – undang Dasar 1945.”
Menurut Bang Hatta, tujuan koperasi bukanlah mencari laba yang sebesar-besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama dan wadah partisipasi pelaku ekonomi skala kecil.

2.      Fungsi Koperasi
Selanjutnya fungsi koperasi tertuang dalam pasal 4 UU No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, yaitu
a.       Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
b.      Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
c.       Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai gurunya.
d.      Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. 
 *~*~*~*~*~*~*

Ini lanjutan yang Uang di postingan sebelumnya. Emang belum lengkap karena ini di kerjain sistem kilat kerja semalam. Maaf-maaf aja.
Selesai juga karena ini tugas kelompok. Akhirnya udah pada balik minggu kemaren ;p



KELOMPOK EKONOMI 8 KELAS 92
Putri Cahya, Sekar Ayu, Jeihan Mozella, sama Zakiyah W.P

Minggu, 21 Agustus 2011

Sistem Ekskersi pada Manusia

Sebelum kita masuk ke dalam pokok bahasan ‘Sistem Ekskresi Pada Manusia’. Ada baiknya kita terlebih dahulu mengetahui bahwa manusia memiliki tiga sistem pengeluaran, yaitu:
a.  Defekasi adalah pengeluaran sisa-sisa pencernaan yang sudah tidak bisa diserap oleh tubuh. Contoh, pengeluaran feses.
b.  Sekresi adalah pengeluaran zat yang diperlukan tubuh. Contoh, air liur, air mata, enzim, empedu, dan hormon.
c. Ekskresi sendiri merupakan, Pengeluaran zat sisa metabolisme dalam tubuh yang tidak lagi diperlukan oleh tubuh. Contoh, urine, CO2, dan keringat.

Sistem Ekskresi pada manusia terdiri dari :
o  Ginjal
o  Paru-paru
o  Kulit
o  Hati
~*~*~
A.     GINJAL
Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di rongga perut bagian belakang. Ginjal memiliki fungsi sebagai penyaring zat sisa metabolisme dalam darah, yang kemudian menghasilkan urin.
Ginjal mampu menyerap darah 500 ml dalam satu harinya. Dan dalam kandung kemih, dapat menampung urin sebanyak 300 ml.
Ginjal terbagi menjadi tiga bagian, yaitu :
1. Korteks atau kulit ginjal (Ini merupakan bagian terpenting dalam ginjal karena pada korteks nantinya akan terjadi proses pembentukkan urin oleh Nefron)
2.    Medulla atau sumsum ginjal.
3.    Pelvis Renalis atau rongga ginjal.

Keterangan :
Pada Korteks, kita dapat menemukan Nefron sebagai alat penyaringan. Dan dalam satu ginjal terdapat kurang lebih satu juga nefron. Nefron di bagi menjadi dua bagian, diantaranya :
1.    Badan Malpighi, terdiri dari Glomerulus dan Kapsula Bowman.
2.    Tubulus atau Saluran, terdiri dari T.K Proksimal, T.K Distal.


Proses Pembentukkan Urine
1.    Filtrasi atau Penyaringan.
Filtrasi terjadi di glomerulus di mana disaringnya zat-zat berukuran kecil, seperti asam amino, glukosa, urea, vitamin dan mineral. Sedangkan protein dan sel darah merah tidak tersaring karena berpartikel besar.
Urine Primer hasil filtrasi ditampung oleh kapsula bowman dan di saluran ke T.K Prosikmal.
2.    Reabsorpsi atau Penyerapan Kembali
Reabsorpsi terjadi di T.K Prosikmal di mana terjadi penyerapan kembali zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh seperti glukosa, asam amino, sebagian mineral dan sebagian kecil air.
Hasil dari reabsorpsi berupa Urine Sekunder yang mengandung Urea, mineral, dan air.
3.    Augmentasi atau Penambahan Zat
Augmentadi terjadi di T.K Distal di mana terjadi penambahan zat untuk mengubah Urine Sekunder menjadi Urine Sesungguhnya dengan menambahkan zat-zat yang tidak di butuhkan oleh tubuh yaitu, Kafein yang berlebih dan obat-obatan.
Urine Keluar Melalui
Ginjal > Ureter -> Kandung Kemih -> Uretra


Penyakit pada Ginjal
1.    Nefritis merupakan gangguan pada ginjal yang disebabkan terinfeksinya glomerulus akibat kuman atau bakteri. Hal ini menimbulkan adanya urine yang masuk ke dalam darah. Akibatnya, penyyerapan air terganggu, sehingga tertimbun di kaki.
2.    Batu Ginjal merupakan suatu endapan yang berasal dair garam kalsium. Batu ini terdapat pada rongga ginjal, saluran ginjal, atau kandung kemih. Hal ini mengakibatkan nyeri saat bunag air kecil.
3.    Diabetes mellitus merupakan keadaan yang ditandai terdapatnya kandungan gula dalam urine. Keadaan ini disebabkan adanya gangguan sekresi hormon insulin.

B.       Paru-paru
Selain organ utama pernapasan, paru-paru juga berfungsi sebagai ekskresi dimana dalam tubuh, glukosa diubah menjadi energi melalui respirasi seluler atau pernapasan sel atau oksidasi biologi. Yang juga menghasilkan zat sisa karbondioksida dan uap air.
Skema :
C6H12O6 + O2 = H2O + CO2 + Energi

Penyakit pada Paru-Paru
1.  Asma disebabkan oleh penyempitan saluran pernapasan utama pada paru-paru, gejalanya adalah sesak napas. Asma sendiir merupakan penyakit keturunan dan tidak menular. Namun, faktor udara yang tercemar juga dapat menjadi penyebab serangan asma.
2.   Tuberculosis (TBC) disebabkan oleh Mycrobacterium Tuberculosis yang menyebabkan bintil-bitil pada alveolus.
3.   Pneumonia penyakit dimana di alveolus terdapat banyak cairan sehingga oksigen susah masuk.

C.      Kulit
Kulit merupakan lapis tubuh yang biasanya di tumbuhi rambut. Hal ini pun menunjukkan bahwa kulit merupakan pelindung pertama tubuh terhadap bahan-bahan bersifat kimia, biologi, ataupun fisik.
Ia juga berfungsi sebagai alat peraba, penyimpan cadangan lemak (terdapat di jaringan ikat bawah kulit), juga tempat perubah pro vitamin D menjadi vitamin D, serta bertanggung jawab mengatur suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat yang bersamaan dengan panas tubuh.
Ekskresi pada kulit adalah dengan mengeluarkan keringat dalam tubuh. Dimana air sisa metabolisme yang terbawa sampai ke pembuluh kapiler masuk ke kelenjar keringat. Keringat pun keluar melalui kelenjar keringat bersamaan dengan larutan garam (terutama garam dapur) dan urea.
Kulit terdiri dari lapisan :
1.    Epidermis atau kulit ari
o  Lapisan Tanduk adalah paling luar epidermis yang terdiri dari sel-sel mati yang mudah mengelupas. Dan di lapisan ini tidak terdapat jaringan syarat dan pembuluh darah.
o  Lapisan Malpighi tersusun atas sel-sel hidup yang banyak mengandung zat pewarna kulit (melanin). Semakin banyak melanin dalaml lapisan malpighi, maka semakin gelap warna kulit (bilang aja hitam warnanya –v)
2.    Dermis atau Kulit Jangat
o  Kandung rambut
o  Kelenjar lemak
o  Kelenjar keringat
o  Pembuluh darah
o  Ujung syaraf indra perasa (panas, dingin, nyeri, sentuhan, tekanan)
3.    Jaringan Ikat Bawah Kulit
o  Terdapat cadangan lemak
o  Berfungsi untuk melindungi tubuh terhadap benturan dan kehilangan panas tubuh
Penyakit pada Kulit
1.    Biduran atau kaligata, ditandai dengan timbulya bentolan-bentolan berwarna merah pada kulit yang terasa gatal. Biasnya diakibatkan oleh alergi terhadap satu hal seperti, udara dingin, bahan kimia, makanan, obat, dll.
2.    Kanker kulit, disebabkan oleh paparan sina rmatahari yang berlebihan.
3.    Dermatitis.

D.      Hati
Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh menusia dengan berat sekitar 2 kg. Letka hati sendiri berada di rongga perut sebelah kanan serta memiliki kantung empedu.
Hati dapat dikatakan sebagai alat sekresi karena menghasilkan empedu, terdiri dari zat warna empedu dan garam empedu.  Sedangkan hati juga merupakan alat eksresi dalam tubuh manusia karena yang dikeluarkan mengadung zar sisa yang berasal dari sel darah merah yang rusak dan dihancurkan di dalam limpa.
Hati juga memiliki fungsi lain diantaranya :
o  Mengubah pro vitamin A menjadi vitamin A.
o  Membuat glikogen menjadi gula otot.
o  Tempat pembentukkan protombin (protein).
o  Tempat pembentukan urea hasil dari perombakkan protein.
o  Tempat perombakkan sel darah merah yang sudah tua (± 120 hari)

Penyakit pada Hati
1.    Hepatitis adalah radang atau pembengkakan hati yang dapat disebabkan oleh virus, alkohol, narkoba, dll. Gejalanya, hilang nafsu makan, kelelahan, demam, pegal-pegal, mual, muntah, dan nyeri pada perut.
2.    Sirosis, penyakit hati yang kronis menyebabkan guratan pada hati, sehingga hati tidak berfungi dengan semstinya, keadaan tersebut mengakibatkan terkumpulnya cairan dalam perut, pendarahan, serta peninggakatan tekanan pembuluh darah hati.
3.    Penyakit Kuning, akibat terseumbatnya salutan empedu yang mengakibatkan cairan empedu tidak dapat dialirkan ke dalam usus duabelas jari, sehingga masuk ke dalam darah. Darah yang akhirnya berwarna kuning itu mengakibatkan kulit, mata (bagian putih) serta ujung-ujung kuku penderita berwarna kuning.

 **
Oke! *angkatpensil *kedip-kedip mata ini catetan anak kelas 9 lho ya, hehehe tadi nggak terlalu kompleks kayak anak SMA, harap maklum ya sob
 *garuk-garuktengkuk *tengkokkanankiri *kabooorr <--- kebodohan tingkat akut, wakaka

Minggu, 24 Juli 2011

Uang dan Lembaga Keuangan - Pengertian Uang

Uang merupakan alat tukar dan alat pembayaran yang dapat di terima di masyarakat umum, baik perorangan maupun lembaga. Bahkan, kartu kredit, kartu debit dan traveler’s check jug abisa disebut sebagai uang karena keberadannya dapat diterima masyarakat sebagai alat pembayaran.
Uang pun memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi, karena segala transaksi jual beli barang atau jasa dihitung dengan uang.
Dalam transaksi internasional, dunia menggunakan Dollar Amerika (US$) sebagai standar devisa internasional.



Sejarah Uang
Karena semakin berkembangnya kebutuhan manusia, manusia tidka bisa memenuhi kebutuhan hidupnya hanya dengan melakukan barter. Karena pada dasarnya nilai antara barang yang satu dan barang yang lain tidak sama.
Mereka pun menyepakati beberapa benda yang digemari masyarakat, bernilai tinggi dan jarang ditemukan. Seperti garam di India, beras di Cina, gading gajah di Afrika dan masih banyak lagi. Barang-barang ini disebut sebagai uang barang.
Namun ternyata barang tersebut masih memiliki kelemahan, seperti garam yang mudah hancur, gading gajah yang terlalu sulit di cari dan lainnya. Manusia pun semakin memutar otak dan akhirnya menggunakan uang logam sebagai alat tukar barang.
Uang logam terbuat dari campuran emas dan perak. Sedangkan perunggu dan alumunium digunakan sebagai uang logam yang nilainya lebih rendah.
Uang logam pertama kali dibuat oleh bangsa Lidya kuno (sekarang Turki) sekitar 2700 SM. Yang diikuti oleh Mesir pada 2500 SM, Yunani pada 549 SM, dan Romawi pada 212 SM.
Lagi-lagi hal ini masih memiliki kendala, yaitu berat emas dan logam. Akhirnya terciptalah sebuah lembaga penitipan emas dan logam. Sedangkan untuk transaksi sendiri, mereka tidak perlu membawa logam-logam tersebut. Cukup menukar surat bukti penyimpanan.
Semakin zaman berkembang, surat itu berubah menjadi uang kertas.

Syarat-Syarat Uang
1.     Diterima di masyarakat umum, jadi uang harus diterima di masyarakat dan bisa di tukarkan dengan suatu barang atau jasa.
2.      Jumlahnya harus mencangkup kebutuhan, sebab ketidakseimbangan antara jumlah uang yang beredar dengan kebutuhan dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi.
3.    Nilainya stabil, karena nilai uang sangat berpengaruh dengan harapan masyarakat yang melakukan pertukaran ataupun yang sedang menumpuk kekayaan.
4.     Mudah disimpan atua dibawa, hal ini dapat memudahkan kegiatan pembayaran, maka bentuk, ukuran, dan beratnya harus simpel.
5.      Tidak mudah rusak, uang harus di buat dengan bahan khusus yang tahan lama dan tidak mudah rusak.
6.     Mudah dibagi-bagi, jika kita ingin membeli buku dengan harga Rp 2.000 dengan selembar uang Rp 10.000, di penjual bisa mengembalikan uang kita dengan Rp 8.000 rupiah. Hal ini menujukkan uang harus mudah di bagi tanpa mengurangi nilai uang tersebut.

Fungsi uang
1.        Fungi Asli
o  Sebagai alat tukar (Medium of Exchange) yakni, uang memudahkan setiap orang dalam melakukan pertukaran, seperti selembar uang seribu rupiadha dapat di tukarkan oleh sebungkus kopi.
o  Sebagai alat satuan hitung (Unit of Account) di mana uang digunakan untuk menyatakan nilai suatu barang atau jasa. Seperti sebuah buku berharga Rp 2.000. Lebih mudah dibandingkan harga sebuah buku sama seperti harga pensil.

2.        Fungsi Turunan
o  Alat pembayaran yang sah, di mana bisa di terima perorangan maupun lembaga.
o Alat penimbun kekayaan (infestasi), jika kita memiliki uang Rp 500.000.000 kita bisa membelikan tanah dengan uang tersebut. Maka, tanah yang tadi kita beli bisa di sebut sebagai kekayaan.
o  Alat pemindah kekayaan, jika tadi kita memiliki tanah seharga Rp 500.000.000, sedangkan kita ingin memiliki sebuah mobil, kita dapat menjual tanah tersebut dan membeli hasil penjualannya untuk dibelikan mobil yang kita inginkan (memindah).

Nilai uang
1.         Nilai nominal, merupakan nilai uang yang tertulis dalam uang yang bersangkutan.
2.        Nilai intrinstik, nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang itu sendiri. Jadi, jika uang Rp 5.000 harga bahan untuk membuatnya lebih rendah.
3.        Nilai riil, kemampuan uang untuk ditukarkan oleh suatu barang.
4.        Nilai eksternal, nilai tukar suatu mata uang dengan mata uang asing (kurs mata uang).

Jenis-jenis uang
1.        Uang Kartal
Uang yang digunakan masyarakat dalam transaksi sehari-hari dan uang ini di lindungi undang-undang. Uang kartal di keluarkan oleh Bank sentral yaitu Bank Indonesia. Perusahaan yang mencetak uang adalah Percetakan Uang RI (Peruri).

2.        Uang Giral
Uang giral merupakan lembaran-lembaran yang dikeluarkan bank umum dan bank komersial sebagai pengganti fungsi uang. Seperti, cek, bilyet giro, kartu ATM, kartu kredit, dan lembaran berharga lainnya.
Uang giral berbentuk simpanan (deposit) pada bank. Simpanan di bank dapat berupa giro (rekening koran) yang boleh diambil sewaktu-waktu.
Contoh :
o  Cek merupakan perintah nasabah yang mempunyai simpanan di bank. Cek ditujukan oleh nasabah pada bank untuk membayar sejumlah uang kepada bank yang disebutkan dalam cek tersebut.
o  Bilyet giro merupakan surat perintah nasabah yang ditujukan pada suatu bank. Tujuannya untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekening yang satu kerekening nasabah yang ditujukan.

Motif memegang uang
1.   Motif transaksi, hal ini didasarkan pada sifat manusia yang selalu melakukan transaksi untuk memenuhi kebutuhan.
2.   Motif berjaga-jaga, yaitu menyimpan uang untuk persiapan akan keutuhan yang datang secara tiba-tiba dan mendesak.
3.   Motif spekulasi, yang dilakukan seseorang atau lembaga untuk mendapatkan keuntungan dari kegiatan transaksi pada situasi tertentu. Seperti membeli saham pada harga rendah dan menjualnya saat harga tinggi.
~*~*~*~
Oke-oke, sebenernya ini tugas hari Jum'at, tugasnya Pak Budi, hehehhee... Nanti bakal nyusul kok yang lembaga keuangan, pokoknya kelas IX bakal banyak catatan, wait me... (sokada yang nunggu -_-)